Dapatkah kamu membayangkan berapa banyak sumber daya alam yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi?
Sumber daya alam senantiasa diolah agar dapat menghasilkan barang-barang. Jika tidak dikendalikan penggunaannya, sumber daya alam terancam habis. Oleh karena itu, perlu adatindakan pelestarian sumber daya alam. Betullll???

Sabtu, 30 Mei 2009

PADI

Budi Daya Padi Sawah

Pada dasarnya pelaksanaan budi daya padi sawah yang dilakukan para petani di desa Kajoran tidak jauh berbeda dengan para petani yang berada di daerah lainya di wilayah Kabupaten Magelang. Ada beberapa tahapan yang dilakukan para petani dalam malakukan budi daya padi sawah di antaranya yaitu: persemaian, pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, penyiangan, pengendalian hama dan panen.

1. Persemaian

Persemaian dilakukan 25 hari sebelum masa tanam, persemaian dilakukan pada lahan yang sama atau berdekatan dengan petakan sawah yang akan ditanami, hal ini dilakukan agar bibit yang sudah siap dipindah, waktu dicabut dan akan ditanam mudah diangkut dan tetap segar. Bila lokasi jauh maka bibit yang diangkut dapat stress bahkan jika terlalu lama menunggu akan mati.
Benih yang dibutuhkan untuk ditanam pada lahan seluas 1 ha sebanyak 20 Kg, sedangkan benih yang digunakan adalah varietas pandan wangi. Benih yang hendak disemai sebelumnya harus direndam terlebih dahulu secara sempurna sekitar 2 x 24 jam, dalam ember atau wadah lainnya. Hal ini dilakukan agar benih dapat mengisap air yang dibutuhkan untuk perkecambahannya.
Bedengan persemaian dibuat seluas 100 m2/20 Kg. lahan untuk persemaian ini sebelumnya harus diolah terlebih dahulu, pengolahan lahan untuk persemaian ini dilakukan dengan cara pencangkulan hingga tanah menjadi Lumpur dan tidak lagi terdapat bongkahan tanah. Lahan yang sudah halus lumpurnya ini kemudian dipetak-petak dan antara petak-petak tersebut dibuat parit untuk mempernudah pengaturan air.
Benih yang sudah direndam selama 2 x 24 jam dan sudah berkecambah ditebar dipersemaian secara hati-hati dan merata, hal ini didimaksudkan agar benih yang tumbuh tidak saling bertumpukan. Selain itu benih juga tidak harus terbenam kedalam tanah karena dapat menyebabkan kecambah terinfeksi pathogen penyebab busuk kecambah. Pemupukan lahan persemaian dilakukan kira-kira pada umur satu minggu benih setelah ditanam (tabur). Kebutuhan pupuk yang digunakan yaitu, 2,5 Kg Urea, 2,5 Kg TSP dan 1 Kg KCL. Kebutuhan tenaga kerja pada proses persemaian ini sebanyak 6 HOK.

2. Pengolahan Tanah

Pengolahan bertujuan untuk mengubah sifat fisik tanah agar lapisan yang semula keras menjadi datar dan melumpur. Dengan begitu gulma akan mati dan membusuk menjadi humus, aerasi tanah menjadi lebih baik, lapisan bawah tanah menjadi jenuh air sehingga dapat menghemat air. Pada pengolahan tanah sawah ini, dilakukan juga perbaikan dan pengaturan pematang sawah serta selokan. Pematang (galengan) sawah diupayakan agar tetap baik untuk mempermudah pengaturan irigasi sehingga tidak boros air dan mempernudah perawatan tanaman. Pada proses pengolahan tanah ini kebutuhan tenaga kerja sebanyak 24 HOK.
Tahapan pengolahan tanah yang dilakukan oleh petani dukecamatn Kajoran bisa digambarkan sebagai berikut:

Pengolahan lahan

Tujuan pengolahan lahan pada budi daya padi sawah adalah mengubah sifat fisik tanah agar lapisan atas yang semula keras menjadi datar dan melumpur. Keuntungan yang didapat selama pengolahan tanah yaitu gulma mati yang kemudian akan membusuk menjadi humus, aerasi tanah menjadi lebih baik, lapisan bawah tanah jenuh air, dan dapat menghemat air. Pada pengolahan tanah sawah, dilakukan perbaikan dan pengaturan pematang sawah serta selokan. Galengan {pematang} sawah diupayakan agar tetap baik untuk mempermudah pengaturan irgasi sehingga tidak boros air dan mempermudah perawatan tanaman.
Tahapan pengolahan tanah sawah pada prinsipnya mencakup kegiatan – kegiatan sebagi berikut:

a.Pembersihan

Galengan sawah dibersihkan dari rerumputan, diperbaiki, dan dibuat agak tinggi. Fungsi utama galengan disaat awal untuk menahan air selama pengolahan tanah agar tidak mengalir keluar petakan. Fungsi selanjutnya berkaitan erat dengan pengaturan kebutuhan air selama ada tanaman padi.
Saluran atau parit diperbaiki dan dibersihkan dari rerumputan. Kegiatan tersebut bertujuan agar dapat memperlancar arus air serta menekan jumlah biji gulma yang terbawa masuk ke dalam petakan. Sisa jerami dan sisa tanaman pada bidang olah dibersihkan sebelum tanah diolah.
Jerami tersebut dapat dibakar atau diangkut ke tempat lain untuk pakan ternak, kompos, atau bahan bakar. Pembersihan sisa – sisa tanaman dapat dikerjakan dengan tangan, cangkul, atau linggis.

b. Pencangkulan

Setelah dilakukan perbaikan galengan dan saluran , tahap berikutnya adalah pencangkulan. Sudut –sudut petakan dicangkul untuk memperlancar pekerjaan bajak atau traktor . Pekerjaan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan saat pengolahan tanah .

c. Pembajakan

Pembajakan dan penggaruan merupakan kegiatan yang berkaitan. Kedua kegiatan tersebut bertujuan agar tanah sawah melumpur dan siap ditanami padi. Pengolahan tanah dilakukan dengan dengan menggunakan mesin traktor. Sebelum dibajak, tanah sawah digenangi air agar gembur. Lama penggenangan sawah dipengaruhi oleh kondisi tanah dan persiapan tanam. Pembajakan biasanya dilakukan dua kali. Dengan pembajakan ini diharapkan gumpalan – gumpalan tanah terpecah menjadi kecil – kecil. Gumpalan tanah tersebut kemudian dihancurkan dengan garu sehingga menjadi Lumpur halus yang rata. Keuntungan tanah yang telah diolah tersebut yaitu air irigasi dapat merata. Pada petakan sawah yang lebar, perlu dibuatkan bedengan–bedengan. Antara bedengan satu dengan bedeng lainnya berupa saluran kecil. Ujung saluran bertemu dengan parit kecil di tepi galengan yang berguna untuk memperlancar air irigasi.
Pada tahap pengolahan tanah ini kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan sebanyak 24 Hok serta 2 hari mesin traktor bekerja.

3. Pelaksanaan Tanam

Setelah persiapan lahan beres, maka bibit pun siap ditanam. Bibit biasanya dipindah saat umur 20 – 25 hari. Cirri bibit yang siap dipindah ialah berdaun 5-6 helai, tinggi 22-25 cm, batang bawah besar dank eras, bebasa hama penyakit dan pertumbuhannya seragam.
Bibit ditanam dengan cara dipindah dari bedengan persemaian ke petakan sawah, dengan cara bibit dicabut dari bedengan persemaian dengan menjaga agar bagian akarnya terbawa semua dan tidak rusak. Setelah itu bibit dikumpulkan dalam ikatan-ikatan lalu ditaruh disawh dengan sebagian akar terbenam ke air. Bibit ditanam dengan posisi tegak dan dalam satu lubang ditanam 2-3 bibit, dengan kedalaman tanam cukup 2 cm, karena jika kuarang dari 2 cm bibit akan gampang hanyut. Jarak tanam padi biasanya 20 x 20 cm.


4. Pemupukan

Tanah yang dibudidayakan cenderung kekurangan unsur hara bagi tanaman, oleh karena itu diperlukan penambahan unsure hara yang berasal dari pupuk organic maupun pupuk anorganik. Dosis pupuk tanaman padi sawah sangat dipengaruhi oleh jenis dan tingkat kesuburan tanah, sejarah pemupukan yang diberikan dan jenis padi yang ditanam.
Penggunaan dosis pupuk untuk padi sawah yang dilakukan di daerah penelitian untuk lahan satu hektar adalah sebagai berikut Urea 200 Kg. TSP 200 Kg, dan KCL 100 Kg. Pemupukan dilakukan dua kali dalam satu kali budidaya (produksi) padi sawah. Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 12 hari dengan dosis pupuk sepertiga dari kebutuhan pupuk keseluruhan, sedangkan sisa pupuk di berikan pada tahap kedua yaitu kira-kira pada waktu tanaman berumur 40 hari. Kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan pada tahap pemupukan ini adalah 4 Hok.

5. Penyiangan (pengendalian gulma)

Perawatan dan pemelihraan tanaman sangat penting dalam pelaksanaan budidaya padi sawah. Hal-hal yang sering dilakukan oleh para petani di daerah penelitian adalah penyiangan (pengendalian gulma).
Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang hidup bersama tanaman yang dibudidayakan. Penyiangan dilakukan 2 tahap, tahap pertama penyiangan dilakukan pada saat umur tanaman kurang lebih 15 hari dan tahap kedua pada saat umur tanaman berumur 30-35 hari. Penyiangan yang dilakukan adalah dengan cara mencabut gulma dan dimatikan dengan atau tanpa menggunakan alat, biasanya penyiangan ini dilakukan bersamaan dengan dengan kegiatan penyulaman. Pada tahap ini tenaga kerja yang diperlukan sebanyak 30 HOK.

6. Penyemprotan (Insektisida)

Hama dan penyakit yang sering ditemukan menyerang tanaman padi sawah adalah penggerek batang padi, walang sangit, wereng dan belalang. Pengendalian hama dan penyakit yang dilakukan para petani adalah dengan menggunakan penyemprotan atau insektisida, untuk lahan seluas satu hektar petani hanya membutuhkan 2 orang tenaga kerja dan dalam waktu satu hari insektisida tersebut dapat diselesaikan. Sehingga kebutuhan tenaga kerja dalam tahap ini sebesar 2 HOK.

7. Panen

Hasil padi yang berkualitas tidak hanya diperoleh dari penanganan budi daya yang baik saja, tetapi juga didukung oleh penanganan panennya.
Waktu panen padi yang tepat yaitu jika gabah telah tua atau matang. Waktu panen tersebut berpengaruh terhadap jumlah produksi, mutu gabah, dan mutu beras yang akan dihasilkan. Keterlambatan panen menyebabkan produksi menurun karena gabah banyak yang rontok. Waktu panen yang terlalu awal menyebabkan mutu gabah rendah, banyak beras yang pecah saat digiling, berbutir hijau, serta berbutir kapur.
Panen padi untuk konsumsi biasanya dilakukan pada saat masak optimal. Adapun panen padi untuk benih memerlukan tambahan waktu agar pembentukan embrio gabah sempurna.
Saat panen di lapangan dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti tinggi tempat, musim tanam, pemeliharaan, pemupukan, dan varietas. Pada musim kemarau, tanaman biasanya dapat dipanen lebih awal. Bila dipupuk dengan nitrogen dosis tingi, tanaman cenderung dapat dipanen lebih lama dari biasa. panen yang baik dilakukan pada saat cuaca terang. Secara umum, padi dapat di panen pada umur antara 110 – 115 hari setelah tanam.
Kriteria tanaman padi yang siap dipanen adalah sebagai berikut:
1) Umur tanaman tersebut telah mencapai umur yang tertera pada deskripsi varietas tersebut.
2) Daun bendera dan 90% bulir padi telah menguning.
3) Malai padi menunduk karena menopang bulir-bulir yang bernas.
4) Butir gabah terasa keras bila ditekan.Apabila dikupas, tampak isi butir gabah berwarna putih dan keras bila di gigit. Biasanya gabah tersebut memiliki kadar air 22-25%.

Cara panen berbeda-beda, tergantung kebiasan serta tingkat adopsi teknologi petani. Para petani di daerah penelitian melakukan panen dengan cara memotong batang berikut malainya. Batang padi dipotong pada bagian bawah, tengah, atau atas dengan menggunakan sabit (arit). Gabah hasil panen kemudian dirontokan di sawah. Keterlambatan perontokan dapat menunda kegiatan pengeringan dan dimungkinkan gabah berbutir kuning.
Cara perontokan yang dipakai para petani dengan cara dihempaskan. Setahap demi setahap batang padi yang telah dipotong dihempas pada kayu atau kotak gebug agar gabah terlepas dari malai dan terkumpul di alas . Hempasan diulang 2 – 3 kali sehingga tidak ada gabah yang tertinggal di malai . Jerami kemudian ditumpuk di tempat yang lain. Pada tahap panen ini tenaga kerja yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan ini sangat banyak sekitar 20 tenaga kerja dan dapat menyelesaikan pemanenan ini selam 3 hari atau kebutuhan tenaga kerja panen sebanyak 60 HOK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kados pundi?